Author : Adelia a.k.a. Kim Hye Kyo a.k.a Me
Starring :
Main cast :Park Eun Cha, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, and Lee Hyukjae (Eunhyuk)
Another Cast : Park Taemin
Part 1
- Euncha POV -
Euncha menggaruk2 kepalanya yang sama sekali tak gatal..
“Siaaaaalll… kenapa bisa ada ulangan mendadak begini sih” ia tak berhenti2nya mengomel sejak ulangan matematika dimulai 1 1/2 jam yang lalu. Euncha berusaha memusatkan perhatiannya kepada kertas soal yang ada di tangannya.. dia bukan murid yang payah. Pintar malahan, tapi kelemahannya memang ada di matematika. Dia typically siswa yang harus menjawab jawaban dengan sempurna dalam setiap ujian. Tentu saja sekarang dia kesal setengah mati ketika hanya 7 dari 10 soal yang bisa ia pecahkan..
“Aissshhhhh.. songsaenim, andai saja kau memberi tahuku kita akan mengadakan ujian 15 menit sebelum dimulai..” Euncha duduk dengan gelisah di tempat duduknya dan memperhatikan teman-teman sekelasnya.
Kebanyakan dari murid yang duduk di bagian depan sudah hampir selesai tapi sebagian besar dari mereka juga duduk dengan gelisah. Ia melihat si pintar Kibum sudah berdiri dari duduknya dan mengantarkan lembar jawabannya ke depan kelas.
Euncha melirik jam tangannya. Ah, dia tak punya banyak waktu tersisa. Tiba-tiba sekilas ingatan tentang cara pemecahan soal nomor 8, 9 dan 10 yang serupa terlintas di otaknya. Ia kembali bergegas mengambil kertasnya dan mulai menulis jawaban dengan penuh percaya diri.
“Tak banyak waktu tersisa, aku harus bergegas”
Ia begitu konsentrasi dengan kertas soalnya sampai tak menyadari satu persatu teman-teman di sekelilingnya sudah mengumpulkan kertas jawaban. Samar-samar ia mendengar songsaenim mengucapkan sesuatu di depan kelas, tapi ia tak terlalu mempedulikannya. Tinggal satu soal lagi. Satu soal lagi.
Euncha tersentak ketika bel istirahat berdering, ia melihat songsaenim sudah berjalan keluar ruangan dan ia bahkan belum mengumpulkan kertas jawabannya. “Ah, sial” umpatnya pelan. Ia berdiri dari tempat duduknya dan sekilas melirik Eunhyuk yang duduk di belakangnya tertidur di meja dengan kertas jawabannya.
“Aish, anak bodoh inii.”
“Ya, Eunhyukkie. Bagaimana kau bisa tertidur saat kita sedang ujian di dalam kelas. Cepat, bangun. Songsaenim sudah keluar.” Euncha memukul kepala Eunhyuk sampai ia terbangun dan sontak berdiri dengan spontan.
“Aaa…aappaa..?” katanya masih setengah sadar..
“Ah, sudahlah. Palli!” Euncha menarik tangan cowok ini dan merekapun berlari mengejar Lee songsaenim. Tapi lautan siswa di koridor yang berhamburan karena jam istirahat menghambat langkahnya dan Eunhyuk. Entah berapa kali ia berusaha menyelamatkan kertasnya agar tak jatuh, terlipat ataupun sobek karena berdesak2an dengan anak2 lain di koridor.
“Kenapa siswa di sekolah ini banyak sekali. Kenapa ruangan guru harus jauh sekali. Aaaaaaarrrgghhh” ia berteriak frustasi sambil memukul kepala Eunhyuk
“Ya. Kenapa kau memukul kepalaku lagi.”
“Ini salahmu. Kalau kau tak ketiduran, aku tak harus membangunkanmu dan aku tak akan terlambat mengejar songsaenim.” ucar Euncha membelalakkan matanya..
“Mianhe. Tapi kau tetap membangunkanku walaupun tau konsekuensinya. Ah, kau memang anak yang manis Euncha.” ujar Eunhyuk tersenyum jail dan memeluk gadis itu.
“Jangan dekat - dekat. Dasar kau bodoh! Aku sedang tak ingin bermanis - manis sekarang!” ujar Euncha sambil mendorong kepala sahabat yang sudah dikenalnya dari kecil itu menjauh dan terus mencari jalan secepatnya sampai keruang guru dengan kesal.
“Pasti ini karena tadi pagi aku lupa memberi makan Jeremy, makanya jadi sial begini. Aishh” Iapun berjalan terus sambil menggerutu.
- Kyuhyun POV -
“Kyu..!”
Kyu berbalik dengan kecepatan tinggi dan menangkap bola yang dioper Kangin padanya. Dengan satu lompatan tinggi ia melempar bola di tangannya dengan sempurna kearah ring lawan.
“Yup, three point.” ujarnya tersenyum tipis..
Priiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttt…
Peluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan dan suara sorak sorai siswa/siswi Chansung High School tedengar membahana memenuhi auditorium sekolah itu. Pertandingan basket akbar tingkat High School Se-kota Seoul dimenangkan oleh sekolah mereka dengan skor tipis 62-63.
“Kyuuuuuu…. Saranghae..”
“Kyuuuuu… You’re my Hero…”
“Kyu oppa, please be mine..”
Kyuhyun memandang dingin kearah gadis-gadis yang berteriak di tribune penonton. “Cih..” ujarnya dingin dengan pandangan melecehkan. Ia tidak suka dengan cewek-cewek berisik yang merusak telinga itu.
Ia melihat teman-teman satu timnya berlari kearahnya dan memeluknya dengan sorak sorai yang membahana. Ia tersenyum melihat tingkah laku mereka yang kekanak-kanakan itu.
“Kyuhyun, kau orangnya” Siwon, kapten tim basket sekolah itu menyelamatinya.
“Terima kasih hyung. Tapi kalau bukan berkat operan yang akurat dari Kangin hyung mungkin kita tidak akan bisa menang seperti sekarang.” Ujarnya merendah
“Ya, Kangin-ah. Kau hebat sekali. “Ujar anggota tim yang lainnya bersamaan.
“Ah, itu bukan apa-apa. Di pertandingan tingkat nasional nanti akan ku tunjukkan kemampuan raccoon loncatku pada dunia.” Katanya penuh percaya diri.
“Raccoon loncat? Hyung, aku pikir raccoon itu tidak bisa meloncat. Yang ada itu tupai loncat.” Ujar Donghae dengan polos.
“Apa yang kau tahu? Sudah, kau diam saja” Ujar Kangin kesal sambil memiting kepala Donghae. Yang lainnya hanya tertawa melihat pertengkaran bodoh itu sambil menikmati kepuasan akan kemenangan mereka. Kyuhyun hanya tersenyum dan menikmati tingkah mereka di bangku pemain sambil menyeka keringatnya. Ia melihat jam di ponselnya. Masih jam 10.30 pagi. Tenaganya memang terkuras cukup banyak untuk pertandingan kali ini, tapi ia masih bisa mengikuti sisa kelas berikutnya. Walaupun sibuk di tim basket, ia tak pernah mengijinkan standar nilai yang dibuatnya sendiri menurun. Ia tak ingin pelajarannya terganggu. Menyandang nama sebagai anak tunggal pengusaha terkenal di negaranya, ia tak mau mempermalukan nama kedua orangtuanya dengan nilai yang memalukan. Karena itulah ia tak pernah keluar dari peringkat 3 besar nilai tertinggi di sekolahnya.
“Ya, Kyuhyun-ah.”
Kyuhyun menoleh dan melihat salah seorang teman sekelasnya berlari-lari kearahnya.
“Ne, waeyo?” Ujarnya santai.
“Lee songsaenim memanggilmu. Kalau kau sudah selesai dengan semua ini, ia menunggumu di ruang guru.” Ujar siswa itu menjelaskan.
“Ne, arasseo. Gomawo yo.” Kyuhyun mengerutkan keningnya. Mencoba menerka apa yang akan dibicarakan oleh gurunya itu.
No comments:
Post a Comment